Pulau Cubadak di Kabupaten Pesisir Selatan

0
129
Pulau Cubadak di Kabupaten Pesisir Selatan

Pulau Cubadak


Pulau Cubadak adalah salah satu pulau di kawasan Mandeh – Pesisir Selatan yang telah dikelola menjadi objek wisata berskala internasional oleh investor dari Italia. Resor ini memiliki 13 bungalows dan satu suite dengan arsitektur alam yang didukung oleh beberapa sarana penunjang untuk kegiatan diving, fishing, dan snorkeling. Resor ini dilengkapi pula dengan motor boat, dermaga dan beberapa fasilitas bahari lainnya

Pulau Cubadak terletak di kawasan Mandeh dengan luas 705 Ha dan dikenal dengan nama Pincuran Talu. Pulau ini terletak di Kecamatan Koto XI Tarusan yang berlokasi di sebelah barat kampung Mandeh. Pulau Cubadak memiliki panorama alam yang sangat indah dengan pasirnya yang putih bersih. Keistimewaan Pulau Cubadak adalah di sekitarnya terdapat beberapa…

Keindahan Paradiso yang mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan salah satu alternatif bagi para penggemar wisata pulau yang sudah jenuh dengan suguhan pulau-pulau yang sudah ada sebab sudah sangat ramai, bising dan sibuk.

Seorang mantan karyawan asuransi di Italia berhasil menyulap Cubadak yang berarti Nangka menjadi sebuah pulau yang hidup, tanpa harus menggusur ekosistem dan habitat yang ada di situ. Kicauan burung-burung di hutan yang meningkahi bunyi hempasan air ke pasir pantai adalah sebuah orkestra alami yang bisa dinikmati setiap saat di sini.

Di kejauhan, Pulau Cubadak dengan sejumlah cottage dari kayu serta bar dan ruang rehat yang interiornya didimonasi oleh unsur kayu dan rotan untuk menikmati minuman selamat datang. Paradiso memiliki 13 vila, satu suite, dan satu restauran lengkap dengan dapurnya, butik dan kawasan baca, serta sebuah rumah untuk staf setempat. Seluruh bangunan terbuat dari kayu dan atap dari daun palam. Vila untuk para tamu yang semuanya menghadap ke laut, dilengkapi dengan perabotan yang terbuat dari rotan dan kayu. Sementara karpet, alas meja, selimut terbuat dari tenunan tangan. Untuk memperindah ruangan terdapat sejumlah hiasan dinding yang dirancang dengan motif-motif ala pahatan Minangkabau.

Masing-masing vila terdiri atas beranda, kamar tidur, khusus di lantai dua terdapat tempat tidur dengan kelambu. Setiap vila dilengkapi dengan kamar mandi yang besar dengan air panas dan dingin. Air yang bisa diambil di wastafel juga bisa langsung diminum.

Laut di depan vila-vila kayu itu berair tenang dengan dasar lautnya kaya akan terumbu karang yang seolah-olah mengelililingi pulau ini. Airnya yang jernih tampak makin bening ketika menyapu pasir putih Pantai Cubadak. “Pemandangan di bawah laut di sini sangat memukau, airnya juga tenang buat direnangi,” ujar Pio, seorang pastor Italia yang kini berdomisili di Mentawai. Selama seminggu, ia menikmati liburannya di Cubadak.

Olahraga air seperti menyelam memang menjadi aktivitas primadona bagi para pengunjung pulau. Bagi yang sangat berminat tapi belum punya pengalaman, instruktur selam Paradiso yang sudah bersertifikat internasional siap melatih para tamunya. Bagi yang ingin berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air, ataupun naik kano, kesempatan dan fasilitas serupa juga tersedia.

Yang menarik, semua fasilitas untuk aktivitas olahraga air, semua tersedia di sini. Kecuali perlengkapan menyelam dan ski air, semuanya disediakan secara gratis. “Yang penting, tamu harus segera menetapkan jadwalnya supaya semua fasilitas berikut instruktur bisa disiapkan dengan baik,” ujar Sebastiano.

Untuk yang lebih suka kegiatan di darat Cobalah untuk naik kapal motor berkeliling pulau yang tak kalah mengasyikan. Atau olahraga sepakbola pantai atau voli pantai bersama rekan-rekan di sore hari saat pasang turun.

Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikannya adalah menjelajahi Pulau Cubadak yang luasnya sekitar 40 kilometer persegi. Maklum pulau masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tidak begitu tinggi tapi memiliki tekstur berliku yang relatif aman untuk didaki di tengahnya. Dari bukit yang terletak persis di belakang sejumlah vila yang terdapat di bagian kiri pulau, kita bisa menikmati pemandangan di sekitar pulau dari atas dan melihat pesisir selatan Sumatra Barat yang ditaburi pulau-pulau kecil dan indah.(*)Pulau Cubadak

Keindahan Paradiso yang mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan salah satu alternatif bagi para penggemar wisata pulau yang sudah jenuh dengan suguhan pulau-pulau yang sudah ada sebab sudah sangat ramai, bising dan sibuk.

Seorang mantan karyawan asuransi di Italia berhasil menyulap Cubadak yang berarti Nangka menjadi sebuah pulau yang hidup, tanpa harus menggusur ekosistem dan habitat yang ada di situ. Kicauan burung-burung di hutan yang meningkahi bunyi hempasan air ke pasir pantai adalah sebuah orkestra alami yang bisa dinikmati setiap saat di sini.

Di kejauhan, Pulau Cubadak dengan sejumlah cottage dari kayu serta bar dan ruang rehat yang interiornya didimonasi oleh unsur kayu dan rotan untuk menikmati minuman selamat datang. Paradiso memiliki 13 vila, satu suite, dan satu restauran lengkap dengan dapurnya, butik dan kawasan baca, serta sebuah rumah untuk staf setempat. Seluruh bangunan terbuat dari kayu dan atap dari daun palam. Vila untuk para tamu yang semuanya menghadap ke laut, dilengkapi dengan perabotan yang terbuat dari rotan dan kayu. Sementara karpet, alas meja, selimut terbuat dari tenunan tangan. Untuk memperindah ruangan terdapat sejumlah hiasan dinding yang dirancang dengan motif-motif ala pahatan Minangkabau.

Masing-masing vila terdiri atas beranda, kamar tidur, khusus di lantai dua terdapat tempat tidur dengan kelambu. Setiap vila dilengkapi dengan kamar mandi yang besar dengan air panas dan dingin. Air yang bisa diambil di wastafel juga bisa langsung diminum.

Laut di depan vila-vila kayu itu berair tenang dengan dasar lautnya kaya akan terumbu karang yang seolah-olah mengelililingi pulau ini. Airnya yang jernih tampak makin bening ketika menyapu pasir putih Pantai Cubadak. “Pemandangan di bawah laut di sini sangat memukau, airnya juga tenang buat direnangi,” ujar Pio, seorang pastor Italia yang kini berdomisili di Mentawai. Selama seminggu, ia menikmati liburannya di Cubadak.

Olahraga air seperti menyelam memang menjadi aktivitas primadona bagi para pengunjung pulau. Bagi yang sangat berminat tapi belum punya pengalaman, instruktur selam Paradiso yang sudah bersertifikat internasional siap melatih para tamunya. Bagi yang ingin berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air, ataupun naik kano, kesempatan dan fasilitas serupa juga tersedia.

Yang menarik, semua fasilitas untuk aktivitas olahraga air, semua tersedia di sini. Kecuali perlengkapan menyelam dan ski air, semuanya disediakan secara gratis. “Yang penting, tamu harus segera menetapkan jadwalnya supaya semua fasilitas berikut instruktur bisa disiapkan dengan baik,” ujar Sebastiano.

Untuk yang lebih suka kegiatan di darat Cobalah untuk naik kapal motor berkeliling pulau yang tak kalah mengasyikan. Atau olahraga sepakbola pantai atau voli pantai bersama rekan-rekan di sore hari saat pasang turun.

Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikannya adalah menjelajahi Pulau Cubadak yang luasnya sekitar 40 kilometer persegi. Maklum pulau masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tidak begitu tinggi tapi memiliki tekstur berliku yang relatif aman untuk didaki di tengahnya. Dari bukit yang terletak persis di belakang sejumlah vila yang terdapat di bagian kiri pulau, kita bisa menikmati pemandangan di sekitar pulau dari atas dan melihat pesisir selatan Sumatra Barat yang ditaburi pulau-pulau kecil dan indah.(*0bcPulau Cubadak

Keindahan Paradiso yang mungkin belum begitu banyak dikenal masyarakat Indonesia pada umumnya merupakan salah satu alternatif bagi para penggemar wisata pulau yang sudah jenuh dengan suguhan pulau-pulau yang sudah ada sebab sudah sangat ramai, bising dan sibuk.

Seorang mantan karyawan asuransi di Italia berhasil menyulap Cubadak yang berarti Nangka menjadi sebuah pulau yang hidup, tanpa harus menggusur ekosistem dan habitat yang ada di situ. Kicauan burung-burung di hutan yang meningkahi bunyi hempasan air ke pasir pantai adalah sebuah orkestra alami yang bisa dinikmati setiap saat di sini.

Di kejauhan, Pulau Cubadak dengan sejumlah cottage dari kayu serta bar dan ruang rehat yang interiornya didimonasi oleh unsur kayu dan rotan untuk menikmati minuman selamat datang. Paradiso memiliki 13 vila, satu suite, dan satu restauran lengkap dengan dapurnya, butik dan kawasan baca, serta sebuah rumah untuk staf setempat. Seluruh bangunan terbuat dari kayu dan atap dari daun palam. Vila untuk para tamu yang semuanya menghadap ke laut, dilengkapi dengan perabotan yang terbuat dari rotan dan kayu. Sementara karpet, alas meja, selimut terbuat dari tenunan tangan. Untuk memperindah ruangan terdapat sejumlah hiasan dinding yang dirancang dengan motif-motif ala pahatan Minangkabau.

Masing-masing vila terdiri atas beranda, kamar tidur, khusus di lantai dua terdapat tempat tidur dengan kelambu. Setiap vila dilengkapi dengan kamar mandi yang besar dengan air panas dan dingin. Air yang bisa diambil di wastafel juga bisa langsung diminum.

Laut di depan vila-vila kayu itu berair tenang dengan dasar lautnya kaya akan terumbu karang yang seolah-olah mengelililingi pulau ini. Airnya yang jernih tampak makin bening ketika menyapu pasir putih Pantai Cubadak. “Pemandangan di bawah laut di sini sangat memukau, airnya juga tenang buat direnangi,” ujar Pio, seorang pastor Italia yang kini berdomisili di Mentawai. Selama seminggu, ia menikmati liburannya di Cubadak.

Olahraga air seperti menyelam memang menjadi aktivitas primadona bagi para pengunjung pulau. Bagi yang sangat berminat tapi belum punya pengalaman, instruktur selam Paradiso yang sudah bersertifikat internasional siap melatih para tamunya. Bagi yang ingin berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air, ataupun naik kano, kesempatan dan fasilitas serupa juga tersedia.

Yang menarik, semua fasilitas untuk aktivitas olahraga air, semua tersedia di sini. Kecuali perlengkapan menyelam dan ski air, semuanya disediakan secara gratis. “Yang penting, tamu harus segera menetapkan jadwalnya supaya semua fasilitas berikut instruktur bisa disiapkan dengan baik,” ujar Sebastiano.

Untuk yang lebih suka kegiatan di darat Cobalah untuk naik kapal motor berkeliling pulau yang tak kalah mengasyikan. Atau olahraga sepakbola pantai atau voli pantai bersama rekan-rekan di sore hari saat pasang turun.

Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikannya adalah menjelajahi Pulau Cubadak yang luasnya sekitar 40 kilometer persegi. Maklum pulau masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tidak begitu tinggi tapi memiliki tekstur berliku yang relatif aman untuk didaki di tengahnya. Dari bukit yang terletak persis di belakang sejumlah vila yang terdapat di bagian kiri pulau, kita bisa menikmati pemandangan di sekitar pulau dari atas dan melihat pesisir selatan Sumatra Barat yang ditaburi pulau-pulau kecil dan indah.(*)

Pulau-Cubadakpulau Cubadak merupakan salah satu dari puluhan pulau kecil yang terletak di lepas pantai Sumatera Barat, tepat nya di jarak 24 mil lepas pantai Padang. Pulau ini memiliki luas wilayah sekitar 5.749 km persegi dan berada di ketinggian 0-1000 meter di atas permukaan laut. Pulau ini bisa dikatakan masih sangat alami, menurut cerita masyarakat sekitar pulau ini dahulu adalah bekas kawah dengan luas kurang lebih 40 km persegi. Oleh karena itu di pulau Cubadak ini masih belum dihuni oleh penduduk. Dalam bahasa Minang, kata cubadak mempunyai arti nangka.

Di kawasan ini, para pengunjung dapat menikmati udara yang bersih, laut yang biru, angin pantai yang semilir, rindangnya pohon kelapa yang tentu nya akan menimbulkan efek relaksasi. Selain itu, keistimewaan dari pulau ini adalah terdapat beberapa spot menyelam yang sangat sayang untuk dilewatkan. Jika Pantai Senggigi merupakan surga bagi para peselancar, maka Pantai Pulau Cubadak merupakan salah satu surga bagi para penyelam.

Pulau ini memiliki beragam terumbu karang dan biota laut yang berwarna warni dan memukau. Bagi yang hanya ingin menikmati keindahan pantai, bisa berjemur di sepanjang pantai di Pulau Cubadak ini. Tidak hanya pantainya saja yang menawan, di Pulau Cubadak ini pengunjung yang memiliki hobi berpetualang di alam bisa menjelajahi hutan yang terdapat di pulau ini. Banyak terdapat hewan-hewan liar seperti monyet, rusa, babi, burung dan berbagai macam satwa lainnya. Dikarenakan masih terdapat hewan liar, sangat dianjurkan bagi wisatawan yang ingin menjelajahi hutan ini menggunakan jasa guide sebagai penunjuk jalan.

Selain terdapat berbagai macam satwa, di dalam hutan juga terdapat sebuah bukit yang dapat dinaiki. Memang harus memerlukan sedikit tenaga untuk dapat sampai ke bukit tersebut, namun sesampai nya di atas semua tenaga dipastikan akan pulih kembali saat menyaksikan keindahan pemandangan dari atas bukit. Dari atas bukit tersebut akan nampak pemandangan laut yang biru, hamparan pasir putih di sepanjang bibir pantai, kumpulan pulau-pulau yang nampak kecil dan ditutup dengan keindahan sunset di kala senja tiba. Banyak wisatawan yang sengaja mengabadikan keindahan pemandangan dari atas bukit ini dengan kamera yang dibawanya.

Bagi yang ingin menginap di Pulau Cubadak, tersedia berbagai cottage yang dibangun dengan sentuhan tradisional dan natural. Harga sewanya mulai dari Rp. 1.900.000 per malam untuk wisatawan mancanegara dan Rp. 900.000 per malam untuk wisatawan domestik.

Berdasarkan data pengunjung, sebagian besar wisatawan yang datang ke Pulau Cubadak merupakan wisatawan mancanegara. Hal tersebut terkait dengan Pulau Cubadak yang dikontrak oleh Nanni Casalegno, seorang warga negara Itali selama 30 tahun. Pada tahun 2012 ini, kontrak tersebut telah berjalan selama 15 tahun. Dia banyak mempromosikan pulau ini ke wisatawan mancanegara.

Selain itu, dahulu pernah ada seorang turis asal Jerman yang menggarap film dokumenter mengenai keindahan Pulau Cubadak ini. Film tersebut mendapat banyak sambutan yang luar biasa dan hal ini menjadi magnet bagi orang Jerman untuk datang berwisata ke Pulau Cubadak. Selain film dokumenter tersebut, beberapa media cetak bahkan menulis artikel mengenai pulau yang disebutkan sebagai “surga”. Majalah wanita Bild de Rau menuliskan mengenai pulau ini dengan judul “Pulau Tersenyap di Dunia”. Yang dimaksud dengan Pulau Tersenyap adalah ketenangan, kesunyian dan kesenyapan di Pulau Cubadak. Meskipun saat ini yang datang ke pulau ini kebanyakan dari wisatawan mancanegara, bukan berarti pulau Cubadak tidak rekomendded bagi wisatawan domestik. Silahkan cantumkan Pulau Cubadak di daftar perjalanan Anda selanjutnya.