Sumbar Jadi Destinasi Wisata Halal Dunia, Wagub: Tiap Daerah Fokus Satu Ikon Wisata

0
103


– Keseriusan bupati/walikota sangat menentukan keberhasilan dalam pengembangan di daerah. Makanya, pemerintah kabupaten/kota cukup menetapkan satu . Cara ini akan lebih mudah mengelolanya daripada mengembangkan seluruh yang ada di daerah masing-masing.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit menegaskan, mengembangkan satu kawasan wisata di daerah masing-masing, bukan berarti objek wisata lain dibiarkan. Satu destinasi wisata yang ada di daerah lebih diperioritaskan dengan tetap memperhatikan objek wisata lain yang ada di daerah itu.

“Daerah harus menetapkan satu objek wisata yang bisa dijadikan ikon destinasi di daerah tersebut agar ketika orang membicarakan daerah itu, dalam benak orang objek wisatanya. Seperti Pessel, orang langsung terpikir ,” sebut Wagub, Kamis 15 Desember 2016.

Nasrul Abit berpendapat, di agar lebih serius mengembangkan objek wisata Linggai. Objek wisata itu harus ditetapkan sebagai ikon wisata di daerah itu dengan mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan agar objek wisata itu cepat berkembang.

Demikian juga dengan objek Diatas Dibawah, Kabupaten Solok. Bupati Solok Yulfadri Nurdin yang hadir dalam kesempatan itu diminta untuk mengembangkan objek wisata dimaksud dan ditetapkan sebagai ikon wisata daerah setempat.

Objek wisata 1000 rumah yang ada di Kabupaten juga harus dijadikan sebagai objek wisata yang memadai dikunjungi. Namun persoalannya, infrastuktur jalan ke daerah itu perlu diperbaiki, sehingga kunjungan wisatawan yang akan berkunjung meningkat.

Pemerintah Kabupaten 50 kota pun diminta menetapkan satu destinasi wisata, apakah Kelok 9 atau Harau. Apabila objek wisata Harau dijadikan sebagai ikon wisatanya, jalan ke kawasan itu harus diperlebar.

No tags for this post.

Related posts