“Sapek Panggang” Menjadi Kuliner di Dangau Pesawangan Canduang

0
134

” nama kuliner yang terbuat dari ikan sapek kering lalu dibakar menjadi kuliner nikmat yang dapat membuat sensasi berbeda di lidah setiap orang yang memakannya di Jorong XII , Dangau Pesawangan Canduang Kabupaten .

Dengan salah seorang warga, Sati (45) di Bukittinggi, Sabtu mengatakan menu maco atau ikan asin panggang jenis Sapek dengan sambal lado tanak menjadi pembeda dari seluruh rumah makan dan tempat yang pernah dikunjunginya.

Sementara itu Berlokasi di Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam atau persisnya di pinggang Gunung Marapi, Dangau Pesawangan sudah menjadi lokasi tujuan sejak akhir 2020 lalu.

Menurut Sati selain kampung yang disajikan secara tradisional, lingkungan persawahan di lereng Gunung Marapi dan taman bunga yang dikreasikan oleh pemilik Dangau Pesawangan membuat pengunjung betah berlama-lama di tempat ini.

“Saya sampai harus memesan tempat dua hari sebelum datang karena sering penuhnya saung yang ada, dan kami biasa akan berlama di sini karena suasana asri pegunungan tanpa kebisingan dan asap kendaraan yang benar-benar membuat nyaman,” kata dia dilansir dari antara sumbar.com.

Dengan sementara itu, pengelola Dangau Pesawangan, Mira (25) mengatakan pengunjung selalu ramai datang dari berbagai daerah dan pihak pengelola telah menambah saung atau pondok kecil tempat makan.

“Kini sudah ada sebanyak 14 pondok tempat makan yang disediakan bagi pengunjung ditambah dengan empat meja di bagian depan Dangau,” kata dia.

Mira mengatakan di awalnya pengunjung yang datang dikenakan biaya ke Dangau Pesawangan karena kebanyakan pengunjung hanya berswafoto di tempat tersebut.

“Namun kini tidak lagi dipungut bayaran masuk, karena orang yang datang tidak saja ingin berfoto di spot menarik yang telah dibuat, tapi tujuan utama mereka juga untuk berwisata kuliner makanan khas yang kita sediakan,” kata dia.

Mira menjelaskan makanan yang disediakan mulai dari nasi, sayuran, lauk pauk dan yang paling utama Ikan Sapek dimasak dan dipanggang langsung melalui tungku api khas dapur tradisional.

“Walaupun pengunjung akan menunggu lebih lama karena proses pemasakan dan pemanggangannya secara alami, Alhamdulillah di sini selalu ramai dikunjungi baik oleh wisata keluarga atau wisata rombongan dengan bus pariwisata dari berbagai daerah,” kata dia.

Sementara itu Wisata Dangau Pesawangan dulunya adalah sebuah area bawang dan sawah yang disulap oleh pemiliknya menjadi tempat menarik dengan membuat saung, menara, gapura unik dan taman bunga dengan bahan alami berupa bambu yang dirakit.

Tempat itu selain menjadi spot menarik untuk berfoto, juga menjadi tujuan wisata kuliner terkenal di daerah Kabupaten Agam. Dangau Pesawangan dapat ditempuh dari Kota Bukittinggi sekitar 15 menit melalui Jalan Raya Canduang yang menjadi jalan alternatif Padang-.

Related posts