Pulau Sanding, Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai

0
135
Pulau Sanding - Foto Dispar Sumbar

Ada berbagai aktivitas wisata di Pulau Sanding yang menarik, di antaranya snorkeling, berenang, berjemur di pantai, berjalan-jalan di sekitar pulau, dan menikmati keindahan sunset. Selain itu, kalian juga bisa mancicipi kelezatan aneka kuliner seafood khas Sumatera Barat di beberapa restoran sekitar pulau.

Kalau Sobat Turisian senang dengan keindahan alam bawah laut, bisa memilih snorkeling di pulau ini. Tak usah khawatir soal peralatannya, karena di sini sudah tersedia penyewaan alat snorkeling di sekitar pantai. Dapat pula berenang di air laut yang jernih dan bersih.

Sebuah pulau terujung Kepulauan Mentawai dengan jarak tempuh dari Padang 280 Km dari Muko-muko Bengkulu Utara 111 Km, dari Tuapejat sejauh 197 Km, Pulau Sanding Pagai Selatan yang laut yang jernih, bening belum terjamah pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Nasrul Abit disela-sela kunjungan menyampaikan, pulau yang indah, air yang bersih dan bening serta memilik potensi, kelapa, lobster, gurita dan tripang.

Saat ini pulau ini terujung Kepulauan Mentawai juga memiliki ombak surfing terbaik di daerah ini. Pulau ini juga merupakan tempat persinggahan para nelayan yang ingin mencari ikan. Di mana mereka bisa satu minggu nginap, kemudian juga gantikan dengan rombongan berikutnya.

Lokasi dan Rute Menuju Pulau Sanding

Destinasi wisata tersebut terletak di Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Pulau terujung dari Kepulauan Mentawai ini berjarak 280 km dari Kota Padang, 111 km dari Muko-muko Bengkulu Utara, serta 197 km dari Tuapejat.

Sebuah pulau terujung Kepulauan Mentawai dengan jarak tempuh dari Padang 280 km dan dari Muko-Muko Bengkulu Utara 111 km, tetapi dari Tuapejat sejauh 197 km, terdapat pulau Sanding Pagai Selatan dengan laut yang jernih, bening belum terjamah pembangunan daerah.

Wakil Gubernur Nasrul Abit disela-sela kunjungan menyampaikan, pulau yang indah, air yang bersih dan bening serta memilik potensi, kelapa, lobster, gurita dan tripang.

Saat ini pulau ini terujung Kepulauan Mentawai juga memiliki ombak surfing terbaik di daerah ini. Pulau ini juga merupakan tempat persinggahan para nelayan yang ingin mencari ikan. Dimana mereka bisa satu minggu nginap, kemudian juga gantikan dengan rombongan berikutnya.

Pulau yang indah dan cantik belum belum jelas kepemilikannya. Ada ombak sepanjang dua meter yang cukup tinggi dan bisa untuk surfing, ujar Wagub Nasrul Abit, disela kunjungan ke Mentawai, Rabu (17/1)

Ikut dalam kunjungan tersebut Wakil Bupati Kortanius Sabaleake, Kepala Sinakak, Kecamatan Pagai Selatan, Tarsan Samaloisa, Camat Rahmat Jaya, Dinas Perhubungan Mentawai serta beberapa staf umum.

Wagub juga menambahkan, semua keindahan dan potensi pulau Sanding akan disampaikan kepada Menko Maritim dalam bagian percepatan pembangunan Mentawai Selatan.

Bagaimana pengelolaan pulau ini dengan melibatkan masyarakat di Sinakak. Dalam pengembangan pariwisata dikawasan ini.

“Nanti dikembangkan pembangunan dermaga Boriay tentu akan banyak orang dapat berkunjung ke pulau ini,” ujarnya.

Pulau Sanding dengan pasir putih yang luar biasa, Indah dan menarik ini merupakan potensi yang tersimpan. Kunjungan hari ini dikunjungi pertama oleh Pemkab Kepulauan Mentawai. “Kita berharap kunjungan dapat ditinjaklanjuti sebagaimana mestinya,” sarannya.

Wakil Bupati Kortanius Sabaleake juga menambahkan, ini pulau yang indah dan sangat cantik. Dalam memaksimalkan pulau ini perlu membuat dermaga panjang karena pantai dengan air jernihnya bisa dengan banyak permainan jika dikembangkan.

Ada banyak potensi yang dicari masyarakat nelayan dari berbagai daeah yang datang lobster, gurita, tripang (swallow).

“Kita yakin ini pulau ini akan menjadi daya tarik saat demaga Boriay dikembangkan secara baik dalam memajukan ekonomi masyarakat Mentawai di masa datang,” ujarnya.

Saat berkunjung ke Pulau Sanding tim juga bercerita dengan masyarakat pengunjung Beni Ansharullah dari Pasar Puat, Sikapap Utara, Kecamatan Saumanganyak menyampaikan, kami mendatangi pulau ini silih berganti mencari reski.

Karenanya kami akan mempersiapkan bekal untuk selama satu minggu, walau kadang juga mesti bertahan selama 10 hari mengingat cuaca untuk kembali, ujarnya. (sumber antara sumbar)

Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy meresmikan pergantian nama Pulau Sanding menjadi Beriloga Sabeu di Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin, (21/2/2022).

Peresmian tersebut dilakukan dengan menandatangani prasasti oleh Audy Joinaldy dan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet. Prasasti tersebut terletak di Pulau Sanding yang sekarang telah berubah nama menjadi Pulau Beriloga Sabeu. Peresmian tersebut turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda).

“Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Barat, sudah kewajiban kita bersama untuk memajukan dan memberikan perhatian, Mentawai merupakan daerah kepulauan yang memiliki banyak lokasi pariwisata dan spot lokasi tempat surfing, salah satunya di Pulau Sanding yang sekarang sudah resmi kita ganti nama menjadi pulau Beriloga Sabeu,” kata Audy Joinaldy saat peresmian.

Menurut Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, pergantian nama pulau Sanding menjadi Beriloga Sabeu sebagai upaya mengembalikan marwah Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni setiap nama pulau dinamai sesuai dengan nama asalnya.

“Sebab nama Beriloga itu ada cerita rakyat dahulunya,” katanya Yudas.

Menambahkan kata Yudas, Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, menyebutkan nama asli pulau Sanding adalah Beriloga yang berasal dari bahasa Mentawai. Nama itu sudah ada dalam cerita rakyat masyarakat Mentawai.

Menurut mitosnya, lanjut Korta, Pulau Beriloga berasal dari Pulau Siberut, pulau itu berpindah ke bagian Selatan Pulau Pagai Selatan akibat kesaktian Pageta Sabbau yang dipercaya sebagai sikerei pertama di Mentawai.

Sebelumnya pulau itu sempat diklaim oleh Provinsi Bengkulu dan diberi nama Pulau Sanding namun persoalan itu kemudian diselesaikan setelah Pemprov Sumbar dan Bengkulu melakukan rapat karena sejarah pulau itu jelas sebagai milik Orang Mentawai.

Kortanius menyebutkan di Beriloga terdapat objek wisata surfing yang berkelas internasional namun tempat itu masih sulit dijangkau karena transportasi ke sana sangat sulit. Namun masyarakat di Pagai memiliki kebun di sana.

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Yosep Sarogdok, menyebutkan pengembangan pulau itu penting namun Mentawai saat ini kesulitan dana sehingga dibutuhkan dukungan dari Provinsi Sumbar dan pemerintah pusat.

“Dengan adanya dukungan dan kerjasama semua pihak maka pembangunan akan terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. (sumber mentawaikita)