Pakaian Minang Diperagakan di Pasar Van Der Capellen

0
89

Batusangkar, – Fashion Show Pakaian Saisuak (pakaian tradisional Minang zaman dulu) menjadi even andalan Destinasi digital Kemenpar, Pasar Van Der Capellen, Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar, , Minggu, 7 Oktober 2018

Fashion Show diikuti remaja usia 5-15 tahun yang memakai pakaian Minang saisuak itu membuat suasana tempo dulu di Pasar Van Der Capellen semakin terasa.

Anak-anak didampingi orangtuanya menjadi pusat perhatian pengunjung. Tak sedikit pengunjung pasar meminta berfoto bersama para anak-anak tersebut.

Pasar Vander Capellen adalah pasar Destinasi Digital (DD), maksudnya Destinasi wisata yang instagramable, viral dan kekinian, bahasa anak mudanya “Zaman Now”. Pasar Van Der Capellen, mulai soft launching pada 30 September 2018.

Nama Vander Capellen diambil, karena pasar tersebut berada di komplek Van Der Capellen Batusangkar. Pasar Van Der Capellen menghadirkan suasana tempo dulu, dengan menyajikan berbagai kuliner asli Tanah Datar, pertunjukan atraksi seni dan anak nagari .

Ketua Generasi Pesona (Genpi) Tanah Datar, Hijrah Adi Sukrial menyampaikan, salah satu keunikan pasar Van Der Capellen adalah dalam transaksi belanja, yaitu mempergunakan koin, tanpa menggunakan uang. Pengunjung yang baru datang langsung menuju posko penukaran koin. Nilai 1 koin adalah Rp. 2.500,-.

Disamping makanan spesifik, di Pasar Vander Capellen, juga terdapat kesenian tradisional, permainan anak tradisional, spot-spot selfie dan kegiatan lainnya.

“Makanan yang dijual pada pasar Vander Capellen di antaranya, adalah Lamang Tapai, Nasi Padeh Simabua, Bika, Kue Talam, Karupuak Lado, Karupuak Pitalah, Katupek Pitalah, Niro Talua, Telur,” jelas pria

Pasar Vander Capellen yang diadakan setiap hari Minggu, mulai pukul 07.00 sampai dengan 12.00 akan didukung penuh Dinas Parpora karena sangat bermanfaat dalam peningkatan kunjungan dan ekonomi .

Pembina GenPi Sumbar, Tandri Eka Putra berharap pasar yang digital yang ada di Sumatera Barat, seperti Pasar Van Der Capellen, Pasar Siti Nurbaya dan Pasar Padang serta pasar lainnya di dan Solok terus berkembang. “Menjadi Destinasi, dengan atraksi khas untuk menarik minat wisatawan,” sebutnya. (*)