Lembah  Harau,  saya terpesona padamu

0
114

Sabtu 23 Februari 2019 saya mengunjungi , sebuah ngarai yang berlokasi di kabupaten . Kedatangan saya bersama teman teman seperjuangan writing Camp (MWC) XV pada kegiatan jelajah Literasi Lembah Harau. Mengunjungi lembah Harau ini bukanlah kali pertama bagi saya, namun setiap kali saya datang maka saya akan selalu berdecak kagum atas indahnya alam Lembah Harau. Memasuki daerah ini benar benar menakjubkan, kita akan di suguhkan dengan pemandangan bukit bukit cadas yang terjal dengan ketinggian lebih kurang 100 sampai 500 m yang menjulang kokoh ,sungguh pemandangan alamiah yang luar bisa.

Objek wisata di Lembah Harau terdiri atas banyak titik kunjungan yang memiliki keunikan masing masing seperti Sarah Bunta, Sarasah Barayun, Sarasah Burai, Sarasah Aia luluih dan sarasah Donat. Kali ini saya akan mengunjungi sarasah bunta. Ketika memarkir mobil yang kami tumpangi maka saya melihat sudah banyak bus bus pariwista disana yang membuktikan begitu banyak pengunjung, keluarga atau intansi yang mengadakan acara .

Memasuki lokasi Sarasah Bunta saya langsung melihat aliran sungai kecil yang siap membawa berkeliling dengan sampannya di tengah angin sepoi sepoi. Kalau ingin melihat lihat sekeliling sarasah Bunta sepertinya langkah pertama yang harus kita lakukan adalah berkeliling dengan sampan yang dapat memuat dua sampai lima orang, sambil.

Tak perlu merogoh kocek dalam dalam untuk keluar negeri jika ingin merasakan nuansa korea, Prancis bahkan Belanda. setempat mendesain berapa ciri khas masing masing negara tersebut di atas, benar benar instagramable. Kita bisa actian di depan kamera komplit pakaian korea (hanbook) sekalian dengan bisa pakai baju korea, berdiri gagah disamping menara eiffel dan memperhatikan kincir angin negara Belanda. Disana juga ada rooftop yang deret 5 buah warna warni. Objek wisata ini adalah salah satu destinasi Sumatera barat wajib untuk dikunjungi .

Bagikan artikel ini
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

sumber : https://www.gurusiana.id/read/fitriyati/article/lembah-harau-saya-terpesona-padamu-383004